Apa Itu Hijr Ismail?
Hijr Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran yang berada di sisi utara Ka’bah dan dibatasi oleh dinding rendah berbentuk setengah lingkaran. Area ini juga dikenal dengan nama Hatim.
Dalam penjelasan fikih yang umum, area Hijr Ismail merupakan bagian dari Ka’bah. Karena itu, ketika melakukan tawaf, jamaah harus mengelilingi Hijr Ismail, bukan melewati bagian dalamnya. Shalat di dalam Hijr Ismail menjadi salah satu amalan yang sangat ingin dilakukan oleh jamaah. Namun, perlu diingat bahwa masuk ke Hijr Ismail bukan merupakan rukun atau syarat sah umroh.
Artinya, apabila jamaah tidak berhasil masuk ke dalam Hijr Ismail, ibadah umrohnya tetap sah.
Jadwal Masuk Hijr Ismail Terbaru (2026)
- Waktu akses jamaah Perempuan: 06.00 – 09.00 WAS
- Waktu akses jamaah Laki-laki: 22.00 – 01.00 WAS
Ketentuan Teknis & Aturan Keamanan Terbaru
- Pintu Masuk Tunggal Sisi Barat: Akses masuk fisik menuju area Hijr Ismail kini dipusatkan melalui gerbang barikade di sisi Barat pancuran emas (Mizab). Alur keluar diarahkan melalui pintu sisi Timur.
- Batasan Durasi Maksimal 10 Menit: Setiap jamaah hanya diberikan waktu maksimal 10 menit untuk shalat sunnah dua rakaat dan doa ringkas sebelum bergantian.
- Pengawasan Ketat Petugas: Area dijaga oleh Asykar wanita untuk sif pagi dan Asykar pria untuk sif malam. Jamaah dilarang mendorong, berebut saf, atau berdiam terlalu lama.
Keutamaan Shalat di Hijr Ismail
Hijr Ismail atau Hatim merupakan salah satu tempat istimewa di samping Ka’bah. Banyak jamaah berharap mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan shalat dan berdoa di dalamnya ketika menunaikan ibadah umroh.
Salah satu keutamaannya adalah bahwa Hijr Ismail termasuk bagian dari Ka’bah. Dalam sebuah hadis, Nabi ﷺ menjelaskan kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa jika ingin shalat di dalam Ka’bah, beliau dapat melakukannya di Hijr Ismail karena bagian tersebut termasuk bagian dari Ka’bah.
Berada di dalam Hijr Ismail juga menjadi kesempatan berharga bagi jamaah untuk memperbanyak doa dan ibadah di tempat yang mulia. Jamaah dapat melaksanakan shalat sunnah, berdzikir, membaca Al-Qur’an, serta memanjatkan doa untuk diri sendiri, keluarga, dan orang-orang yang dicintai.
Namun, perlu dipahami bahwa shalat di Hijr Ismail bukan merupakan kewajiban atau rukun dalam ibadah umroh. Jamaah tidak perlu memaksakan diri untuk masuk apabila kondisi sedang ramai atau akses dibatasi oleh petugas.
Mendapat kesempatan shalat di Hijr Ismail tentu menjadi pengalaman berkesan. Namun, yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan kesempatan tersebut untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan hati yang khusyuk dan penuh rasa syukur.