Al-Azhar, Lebih dari Sekadar Masjid
Di jantung Kota Cairo, berdiri sebuah kompleks yang telah menyaksikan lebih dari seribu tahun perjalanan intelektual dan spiritual umat Islam yaitu Al-Azhar.
Bagi banyak orang, nama ini identik dengan universitas Islam ternama di dunia. Namun jauh sebelum itu, Al-Azhar lahir sebagai sebuah masjid, sebelum akhirnya tumbuh menjadi salah satu pusat peradaban Islam paling berpengaruh sepanjang sejarah.
Kompleks Al-Azhar
Kompleks Al-Azhar terdiri dari Masjid Al-Azhar yang megah dengan arsitektur khas Fatimiyah, serta Universitas Al-Azhar yang hingga kini menjadi rujukan utama pendidikan Islam di dunia.
Keduanya menyatu menjadi satu kesatuan sejarah yang tidak dapat dipisahkan, tempat ilmu dan ibadah tumbuh berdampingan selama lebih dari sepuluh abad.
Sejarah Berdirinya Al-Azhar
Al-Azhar dibangun pada masa Dinasti Fatimiyah, yang menjadikan Mesir sebagai pusat pemerintahan setelah wilayah ini berhasil ditaklukkan oleh panglima perang Jauhar As-Siqilli di bawah kekuasaan Khalifah Al-Mu’izz Lidinillah.
Pembangunan masjid ini dimulai tak lama setelah kota Cairo (Al-Qahirah) didirikan sebagai ibu kota baru Dinasti Fatimiyah, dan menjadikannya salah satu masjid tertua yang masih berdiri kokoh hingga hari ini.
Pada masa awal berdirinya, Al-Azhar berfungsi sebagai pusat kajian keislaman sekaligus pusat penyebaran ajaran Syiah Isma’iliyah.
Namun sejarah kemudian mencatat babak baru ketika kekuasaan di Mesir beralih ke Dinasti Ayyubiyah yang bermazhab Sunni, Al-Azhar bertransformasi menjadi madrasah untuk menyebarkan ajaran Islam Sunni.
Transformasi inilah yang menjadi fondasi bagi Al-Azhar untuk terus berkembang lintas zaman, hingga akhirnya menjadi universitas seperti yang kita kenal sekarang.
Peran Al-Azhar dalam Peradaban Islam
- Pusat Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Islam: Al-Azhar sangat berperan dalam meningkatkan kebudayaan dan peradaban Islam, menjadi pusat pendidikan sekaligus tempat pertemuan para pelajar dari seluruh dunia.
- Melahirkan Para Ulama dan Pemikir Besar: Dari lorong-lorong Al-Azhar lahir ulama dan pemikir besar seperti Muhammad Ali Pasha, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha.
- Inspirasi Sistem Pendidikan Modern: Sistem halaqah, sanad keilmuan, dan jenjang pendidikan bertingkat di Al-Azhar disebut menjadi inspirasi model universitas modern.
- Perekat Persatuan Umat: Al-Azhar juga menjadi kekuatan sosial dan spiritual, termasuk dalam perjuangan membebaskan Mesir dari penjajahan.
- Kiblat Islam Moderat (Wasathiyah): Hingga kini, Al-Azhar dikenal sebagai representasi Islam moderat dan toleran, menjaga paham Ahlussunnah wal Jama’ah serta mendukung perdamaian global.
Mengunjungi Al-Azhar Saat Berada di Cairo Mesir
- Nilai Sejarah yang Otentik: Menyusuri kompleks yang pernah dilalui para ulama besar sepanjang sejarah Islam.
- Arsitektur yang Memukau: Perpaduan gaya Fatimiyah, Mamluk, dan Ottoman pada bangunan masjid.
- Suasana Spiritual yang Kental: Beribadah di salah satu masjid tertua memberikan pengalaman batin yang mendalam.
Jejak Ilmu yang Terus Hidup
Lebih dari seribu tahun sejak berdirinya, Al-Azhar tetap berdiri sebagai bukti bahwa ilmu, akhlak, dan persaudaraan umat Islam bisa dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi siapa pun yang berkesempatan menjejakkan kaki di sana, Al-Azhar bukan hanya menyuguhkan sejarah untuk dipandang, tetapi juga semangat keilmuan yang terus hidup hingga hari ini.